Subnetting IPv4 Metode VLSM

 Penyusun   :

Zaidan N.R



SUBNETTING

Subnet awalnya dirancang untuk mengatasi kekurangan alamat IP melalui Internet. Teknik ini bisa memecah network terlalu besar dan ribet menjadi network kecil-kecil dengan nama baru yang lebih mudah diatur. Subnetting ini sayangnya tidak bisa asal digunakan. Subnetting hanya cocok untuk dilakukan pada IP Address kelas tertentu. Pengertian subnetting adalah strategi yang digunakan untuk memisahkan satu jaringan fisik menjadi lebih dari satu sub-jaringan logis yang lebih kecil (subnet). Alamat IP mencakup segmen jaringan dan segmen host.

Subnet dirancang dengan menerima bit dari bagian host alamat IP dan menggunakan bit-bit ini untuk menetapkan sejumlah sub-jaringan yang lebih kecil di dalam jaringan asli. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatasi oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B dan C yang sudah di atur. Dengan subnetting, maka kita bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis kebutuhan Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP address yang mewakili network ID dan bagian mana yang mewakili host ID. Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia : 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B dan 24 bit untuk kelas C.


VLSM (Variable Length Subnet Mask)

VLSM atau variable length subnet mask adalah jenis perhitungan subnetting dimana panjang subnet mask yang kita berikan akan disesuikan dengan banyaknya jumlah host di setiap subnet tersebut.


Cara Menghitung VLSM

Menghitung VLSM ga susah! Kecuali kamu benar-benar tidak mengikuti bab ip addressing ini dari awal.

-Subnet dihitung dari kebutuhan host terbesar. (Kebutuhan hostnya diurutkan) 

-Jika FLSM, masalah selesai. Semua network dikasih sama panjang.

-Tapi di VLSM, tiap subnet akan dihitung lagi.

-Networknya mengikuti dari subnet yang sudah dihitung sebelumnya. 


Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnetmask, berbeda jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnetmask saja. VLSM memiliki manfaat untuk mengurangi jumlah alamat yang terbuang.

Pertama, kita cari host yang paling banyak digunakan.yaitu pada LAN4 dengan 58 Host, LAN1 (26 Host), LAN2 (10 Host), LAN3 (10 Host), dan masing-masing WAN 2 Host. Disini diberikan IP 192.168.1.0/24, dan kita akan membaginya dengan VLSM.


NetMaskDesimal

NetMaskBiner

Format CIDR

Jumlah Host

255.255.255.0

11111111.11111111.11111111.00000000

/24

254

255.255.255.128

11111111.11111111.11111111.10000000

/25

126

255.255.255.192

11111111.11111111.11111111.11000000

/26

62

255.255.255.224

11111111.11111111.11111111.11100000

/27

30

255.255.255.240

11111111.11111111.11111111.11110000

/28

14

255.255.255.248

11111111.11111111.11111111.11111000

/29

6

255.255.255.252

11111111.11111111.11111111.11111100

/30

2










Network tadi akan kita urutkan terlebih dahulu:

  1. Workstation LAN, paling banyak, yaitu 50 host. Menggunakan /26 dengan alamat network 192.168.10.0/26.
  2. Server-LAN, kedua, ada 12 host. Menggunakan /28 (karena punya 14 valid host). Dengan alamat network 192.168.10.64/28.
  3. Point-to-point WAN, terakhir, cuma ada 2 host, cukup dengan /30. Dengan alamat network 192.168.10.80/30. 
  4. Kalau ada network lagi, berarti bisa pakai network mulai dari 192.168.10.84 (akhir dari network point to point WAN)

Lanjutan Penghitungan   :

-Kita kan butuh 3 network. Punya space address 192.168.10.0/24
-Hitung dari turunan /24, yaitu /25, 26, dan seterusnya. 
-Kalau /25, kita bisa bagi 2, kalau /26 kita bisa bagi 4, kalau /27, kita bisa bagi 8, dan seterusnya.
-Tapi LAN workstation ga mungkin dikasih dibawah /26, karena butuh paling tidak 50 host.

Jadinya perhitungan kita ubah seperti ini :

-Space address 192.168.10.0/24 tadi kita pecah jadi 2 block subnet besar, masing-masing /25.
-Workstation LAN: 192.168.10.0/25
 Server LAN dan WAN: 192.168.10.128/25
-Server LAN dan WAN kita pisahkan lagi dari total ip space 192.168.10.128/25.
 Server LAN: 192.168.10.128/26
 WAN: 192.168.10.192/26


1. Menghitung IP untuk LAN4 ( 58 Host )

Jika kita menggunakan /24 tentunya terlalu banyak Host yang tersisa (tidak digunakan), karena kita hanya butuh 58 Host. Kita tentukan subnetmask yang memiliki host lebih dari 58, dilihat dari table diatas yang terpenuhi adalah /26 (62 Host) dengan subnet 255.255.255.192.
berikut adalah peluang alamat IP yang digunakan dari /26:

Network

IP Range

Broadcast

.0

.1-.62

.63

.64

.65-.126

.127

.128

.129-.190

.191

.192

.193-.254

.255


untuk 58 Host kita menggunakan IP Address 192.168.1.0/26
Network 192.168.1.0
IP Range 192.168.1.1-192.168.1.62
Broadcast 192.168.1.63



2. Menghitung IP untuk LAN1 ( 26 Host )

Kita tentukan subnetmask yang memiliki 26 host lebih, dilihat dari table subnetting di atas yang terpenuhi adalah /27 (30 Host) dengan subnet 255.255.255.224.

Karena diLAN4 telah menggunakan IP 192.168.1.0/26 , maka kita akan menggunakan IP dibawahnya yang belum digunakan yaitu 192.168.1.64/26. Seperti cara sebelumnya kita akan merubah subnetmasknya menjadi 255.255.255.224.
berikut kemungkinan IP yang digunakan (/27):

Network

IP Range

Broadcast

.64

.65-.94

.95

.96

.97-.126

.127

.128

.129-.158

.159

.160

.161-.190

.191


untuk 58 Host kitamenggunakan IP Address 192.168.1.0/27
Network 192.168.1.64
IP Range 192.168.1.65-192.168.1.94
Broadcast 192.168.1.95



3. Menghitung IP untuk LAN3 ( 10 Host )

Kita tentukan subnetmask yang memiliki 10 host lebih, dilihat dari table subnetting di atas yang terpenuhi adalah /28 (14 Host) dengan subnet 255.255.255.240.
Karena diLAN4 telah menggunakan IP 192.168.1.64/27 , maka kita akan menggunakan IP dibawahnya yang belum digunakan yaitu 192.168.1.96/27. Seperti cara sebelumnya kita akan merubah subnetmasknya menjadi 255.255.255.240.
berikut kemungkinan IP yang digunakan (/28):

Network

IP Range

Broadcast

.96

.97-.110

.111

.112

.113-.126

.127

.128

.129-.142

.143

.144

.145-.158

.159

Karena ada 2 LAN yang butuh 10 Host kita menggunakan IP address 192.168.1.96/28 dan 192.168.1.112/28
Network 192.168.1.96
IP Range 192.168.1.97-192.168.1.110
Broadcast 192.168.1.111

Network 192.168.1.112
IP Range 192.168.1.113-192.168.1.126
Broadcast 192.168.1.127


4. Menghitung WAN untuk LAN2 dan LAN3 ( 2 Host )

Kita tentukan subnetmask yang memiliki 2 host atau lebih, dilihat dari table subnetting di atas yang terpenuhi adalah /30 (2 Host) dengan subnet 255.255.255.252.
Karena di LAN sebelumnya telah menggunakan IP 192.168.1.96/28 dan 192.168.1.112/28, maka kita akan menggunakan IP dibawahnya yang belum digunakan yaitu 192.168.1.128/28. Seperti cara sebelumnya kita akan merubah subnetmasknya menjadi 255.255.255.252.
berikut kemungkinan IP yang digunakan (/30):

Network

IP Range

Broadcast

.128

.129-.130

.131

.132

.133-.134

.135

.136

.137-.138

.139

.140

.141-.142

.143

.144

.145-.146

.147

3.      Karena ada 3 WAN yang butuh 2 Host kita menggunakan IP address 192.168.1.128/30, 192.168.1.132/30 dan 192.168.136/30
Network 192.168.1.128
IP Range 192.168.1.129-192.168.1.130
Broadcast 192.168.1.131

Network 192.168.1.132
IP Range 192.168.1.133-192.168.1.134
Broadcast 192.168.1.135

Network 192.168.1.136
IP Range 192.168.1.137-192.168.1.138
Broadcast 192.168.1.139



DAFTAR PUSTAKA


____. 2020. Pengertian Subnetting https://idcloudhost.com/panduan-subnetting-dan-subnet-mask-pengertian-fungsi-dan-tujuannya/ diakses 5 Februari 2021 pukul 10.21
Agustina Yosi. 2013. Cara Menghitung Subnetting  https://agustinayosicicilia.wordpress.com/2013/10/23/menghitung-subnetting-cidr-dan-vlsm/# diakses 5 Februari 2021 pukul 10.21
Fathurhoho. 2020. Cara Menghitung VLSM https://ngonfig.net/vlsm.html diakses 5 Februari 2021 pukul 10.28






Komentar

Postingan Populer