Media Implementasi Jaringan

 Penyusun   :

Zaidan N.R



Media Implementasi Jaringan 

merupakan media yang membahas tentang media tentang macam-macam yang biasa untuk membangun jaringan komputer yang terutama pada media kabel.



Kabel Twisted Pair (Shielded Twisted Pair & Unshielded Twisted Pair)

Kabel Twisted Pair adalah kabel yang dibagi menjadi 2 macam yaitu shielded dan unshielded yang tidak mempunyail selubung pembungkus. Kabel ini terdiri dari 2 atau 4 bahkan lebih pasangan kabel, kabel ini merupakan kabel yang di twist satu sama lain yang bertujuan untuk mengurangi interferensi listrik, kabel ini bisa melewat signal 10-100 Mbps, twisted pair ini hanya menangani satu Chanel data, biasanya koneksi ini memakai RJ-11 atau RJ-45, kabel STP lebih tahan interferensi daripada kabel UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan 100 Mbps namun lebih sulit untuk ditangani secara fisfik.



Kabel Straight


Straigh-Through cable digunakan untuk sambungan seperti berikut :

* Sambungan dari router kepada hub/switch.

* Sambungan dari server kepada hub/switch.

*Sambungan dari workstation kepada hub/switch.



Kabel Crossever

Tabel Kabel cross menurut standarisasi T586 adalah sebagai berikut:




Crossover cable pula digunakan untuk sambungan seperti berikut :

* Sambungan uplink antara switch.

* Sambungan hub kepada switch.

* Sambungan hub kepada hub lain.

* Sambungan network terus antara dua komputer (tanpa      hub/switch).

* Sambungan router interface kepada router interface yang lain.



Category 1

Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut.

Category 2

Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik. Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini. Gunakanlah kabel yang memiliki kinerja tinggi seperti Category 3, Category 4, atau Category 5.

Category 3

Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja. Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2.

Category 4

Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.

Category 5

Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA).

Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan.

Enhanced Category 5

Kabel ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet, meskipun menggunaan kabel UTP Category 6 lebih disarankan untuk mencapai kinerja tertinggi.



Kabel Coaxial

kabel coaxial merupakan suatu jenis kabel yang yang menggunakan 2 buah konduktor yang biasa digunakan untuk bandwith yang tinggi. Kabel coaxial yang paling populer di gunakan pada Local Area Network (LAN). Kabel ini memiliki Bandwith yang lebar sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband (multiple channel). Macam-macam kabel coaxial adalah kabel TV, Thick, ARCnet, dan thin coax.

Thick Coaxial dikenal dengan 10base5, kabel ini biasanya digunakan backbon pada installasi ethernet jaringan antar gedung. Kabel ini sulit ditangani secara fisik karena tidak fleksibel dan berat.

Thin Coaxial dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10base2, dan thinnet. Kabel ini digunakan untuk jaringan antar workstation dan juga dapat mengimplementasikan topologi bus dan topologi ring. Karena kabel ini sangat mudah ditanggani oleh fisik.




Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)


Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut sebagai yellow cable.

Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:

a. Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).

b. Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.

c. Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).

d. Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.

e. Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).

f.. Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter)

g. Setiap segment harus diberi ground.

h. Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).

i. Jarang minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).




Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)


Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan T-Connector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:

a.   Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.

b.   Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per  segment.

c. Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan(devices)

d. Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.

e. Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).


Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.

Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter). Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter). Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.




Fiber Optic

fiber optic adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca yang sangat halus dan digunakan sebagai media transmisi karena dapat  menstransmisikan suatu sinyal cahaya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan yang tinggi. Kabel ini sangat mahal dan mempunyai bandwith yang sangat lebar, kabel ini tidak ada resistansi dan loss dan tidak mudah terganggu dengan cuaca dan panas kabel ini merupakan kabel utama di masa depan.




Wireless

wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transminya untuk menghantarkan elektromagnetik. Kabel ini mudah untuk melakukan installasi dan setiap workstation berhubungan dengan hub atau consentrator melalui gelombang radio atau infra merah.




Jenis Jenis Wireless

-WPAN (Wireless Personal Area Network)

-WLAN (Wireless Local Area Network)

-WMAN (Wireless Metropolitan Area Network)

-WWAN (Wireless Wide Area Network)


WPAN (Wireless Personal Area Network)

WPAN adalah network yang terbentuk dari beragam perangkat dengan capaian 10 meter. WPAN menggunakan gelombang radio 2,4 Ghz dengan penggunaan perangkat berbasis Bluetooth. WPAN dapat terdiri atas perangkat pribadi seperti Handphone, PDA, BlackBerry,Notebook, Printer dan perangkat lainnya. Standart WPAN telah di tentukan Oleh IEEE dengan kode 802.15.


WLAN (Wireless Local Area Network)

Pengembangan WLAN dimulai pada tahun 1997, spesifikasi WLAN pertama diberi kode 802.11. oleh lembaga IEEE. Peralatan standar WLAN sesuai standar 802.11. Berfungsi pada frekuensi 2.4 GHz dengan kecepatan transfer data maksimal 2 Mbps. Pada Juli 1999, IEEE kembali meluncurkan spesifikasi baru dengan kode 802.11b dengan kecepatan transfer maksimum 11 Mbps yang sebanding dengan dengan Card Ethernet tradisional.

Lembaga IEEE kemudian mengembangkan ke spesifikasi 802.11a yang bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan maksimal 54 Mbps, spesifikasi802.11a akan susah untuk menembus dinding atau penghalang lainnya. WLAN menggunakan perangkat NIC merupakan Wifi Card (Wireless Fidelity) agar dapat menghubungkan perangkat sentral bernama Access Point (AP) untuk mengatur pemakaian media pada WLAN.

WLAN lebih cenderung digunakan untuk keperluan dalam ruangan, namun saat ini banyak juga yang menggunakannya untuk keperluan luar ruangan. Misalnya untuk berhubungan dengan jarak lebih dari 2 km dan di perlukan antena eksternal yang harus dipasang pada ketinggian tertentu.


WMAN (Wireless Metropolitan Area Network)

Teknologi WLAN yang juga disebut WIMAX dapat didefinisikan dengan IEE, teknologi WIMAX bertujuan agar menjangkau area seukuran sebuah kota dan secara tidak langsung melengkapi Wifi dan Bluetooth. Ada dua standar WIMAX yaitu FIXED WIMAX dan MOBILE WIMAX. Frekuensi yang digunakan Fixed Wimax yaitu 2GHz dan 11 GHz, terkhusus Mobile Wimax menggunakan frekuensi 2,66 GHz.


WWAN (Wireless Wide Area Network)

Wireless WWAN terbilang lebih baru dibandingkan dengan WLAN, teknologi WWAN memungkinkan komunikasi dan akses data secara luas merata dan fleksibel. WWAN dengan menggunakan teknologi network seluler seperti WIMAX, UMTS, GPRS, EDGE, CDMA2000, GSM, CDPD, NOBITEX, HSDPA, atau 3G untuk komunikasi data.


Protokol Wireless

(IEEE) Institute of Electrical and Electronics Engineers adalah Group dari Organisasi Insinyur yang mengatur standarisasi dalam bidang teknologi informasi. Setiap standarisasi yang diciptakan memiliki kode tersendiri. Salah satunya standarisasi di jaringan wireless yang memiliki kode 802.11. Dengan adanya standar ini dimaksudkan agar setiap perangkat wireless yang berbeda tetap dapat berkomunikasi meski berbeda vendor.

Sampai saat ini sudah terdapat enam standar yang sudah digunakan yaitu :


802.11

Pada Tahun 1997, IEEE menciptakan standar wireless yang pertama bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang dinamakan 802.11. Namun standar ini hanya mendukung bandwidth jaringan maksimal 2 Mbps, terlalu kecil untuk komunikasi jaringan pada saat ini. Oleh karena itu perangkat wireless dengan standar ini tidak diproduksi lagi.


802.11b

Generasi ke-1 dari standar Wifi yang populer digunakan. IEEE menciptakan standar lanjutan yang dinamakan 802.11b pada tahun 1999 mendukung bandwidth mencapai 11 Mbps. Masih bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Vendor perangkat elektronik pada umumnya lebih memilih menggunakan frekuensi ini dikarenakan dapat menekan biaya produksi. Seperti yang diketahui, frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi radio yang tidak diatur sehingga dapat menimbulkan gangguan dari perangkat elektronik lainnya seperti microwave, televisi dan perangkat lainnya yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan mengatur jarak antar perangkat elektronik sehingga tidak menimbulkan gangguan atau interferensi.

Router yang hanya menggunakan standar 802.11b ini juga sudah tidak diproduksi lagi. Namun beberapa router baru masih mendukung standar ini. Standar ini, secara teoritis mendukung bandwidth data mencapai 11 Mbps dan jangkauan sinyal mencapai sekitar 150 kaki (+-45 Meter).


802.11a

Generasi ke-2 dari standar Wifi yang populer digunakan. Saat standar 802.11b sedang dikembangkan, IEEE membuat ekstensi untuk standar 802.11 yang dinamakan 802.11a. Standar ini diciptakan pada saat yang bersamaan dengan standar 802.11b. Standar ini sudah mendukung bandwidth data mencapai 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 5 GHz (semakin tinggi frekuensi maka semakin pendek jangkauan sinyal). Dikarenakan berjalan pada frekuensi yang bebeda dengan standar 802.11b, kedua teknologi ini tidak kompatible satu sama lain. Beberapa vendor menawarkan perangkat jaringan hybrid 802.11a/b. Namun perangkat tersebut hanya dapat menjalankan satu standar pada satu waktu


802.11g

Generasi ke-3 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar ini diciptakan pada tahun 2002 dengan menggabungkan kelebihan masing masing standar 802.11a dan 802.11b. Standar ini mendukung bandwidth 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang berarti memiliki jangkauan sinyal yang luas. Perangkat dengan network adapter yang mengadopsi standar ini juga kompatibel dengan standar 802.11b begitu juga sebaliknya.


802.11n

Generasi ke-4 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar 802.11n sering dikenal dengan sebutan Wireless-N diciptakan untuk memperbaiki standar 802.11g dalam hal jumlah bandwidth yang didukung dengan memanfaatkan beberapa sinyal wireless dan antena (disebut dengan teknologi MIMO, Multiple in Multiple out). IEEE meresmikan standar ini pada tahun 2009 dengan spesifikasi menyediakan bandwidth sampai 300 Mbps. Standar ini juga menawarkan jangkauan sinyal yang lebih baik dibandingkan standar wireless sebelumnya serta memiliki kompabilitas dengan perangkat yang memiliki standar 802.11b/g. Standar wireless ini beroperasi 2 frekuensi yaitu 2,4 GHz dan 5GHz


802.11ac

Generasi ke-5 dari standar Wifi yang populer digunakan. Memanfaatkan teknologi wireless dual band mendukung koneksi secara bersamaan pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Menawarkan kompabilitas dengan standar 802.11b/g/n serta mendukung bandwidth mencapai 1300Mbps pada frekuensi 5 GHz ditambah 450Mbps pada frekuensi 2,4 GHz


802.11ax

Generasi ke-6 dari standar Wifi yang populer digunakan. Standar 802.11ax, atau yang dikenal dengan Wi-Fi 6 merupakan standar yang memiliki kemampuan 4 kali lebih cepat dibandingkan dengan 802.11ac. Kecepatan yang dimiliki oleh 802.11ax ini adalah mampu mencapai 10,53 Gbps atau sekitar 1,4 GB/s untuk mengirimkan data. Standar ini menggunakan frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz dengan teknologi MIMO dan juga mendukung MU-MIMO. Rencananya akan disiapkan untuk standar Wi-Fi perangkat mobile atau smartphone pada tahun 2019.



Daftar Pustaka


Zain, Machirotul Mudricka. 2019. Pengertian Implementasi Jaringan https://machirotulmudrickazain03.blogspot.com/2019/09/media-implementasi-jarsmmingman.html diakses 5 Februari 2021 pukul 14.21

____. 2016. Gambar Dari Implementasi Jaringan https://www.jawaracloud.net/2016/02/media-implementasi-jaringan.html diakses 5 Februari 2021 pukul 14.24

Kodrat. ____. Jenis Wireless https://www.centipedia.net/jenis-jenis-wireless-network/amp/ diakses 6 Februari 2021 pukul 08.49

___. 2016. Protokol Wireless https://www.nusa.net.id/blog/article/standar-protokol-jaringan-wireless-ieee-802-11/




Komentar

Postingan Populer